Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum L.), Bawang Putih Tunggal (Allium sativum var. Solo Garlic) dan Black Garlic dengan Metode DPPH

Penulis

  • Romsiah
  • Pina Esa Putri
  • Erjon

Abstrak

Telah dilakukan penelitian perbandingan aktivitas antioksidan pada empat sampel yang berbeda. Sampel pada penelitian ini dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis sampel yaitu sampel segar yang terdiri dari bawang putih dan bawang putih tunggal, serta sampel fermentasi yang terdiri dari black garlic dan solo black garlic. Sampel fermentasi dibuat dengan menggunakan electric rice cooker menggunakan suhu pemanas (warm) 70-800C selama 7 hari. Semua sampel dibuat dalam bentuk ekstrak dengan melalui proses maserasi, kemudian maserat di destilasi vacum dan di rotary evaporator. Metode pengujian aktivitas antioksidan keempat sampel menggunakan metode DPPH dan diukur kadarnya menggunakan alat Spektrofotometri UV-Vis. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan aktivitas antioksidan pada keempat sampel dengan metode DPPH. Hasil penelitian didapatkan bahwa keempat sampel mempunyai aktivitas antioksidan dengan kadar antioksidan ekstrak bawang putih 149,49 ppm, ekstrak bawang putih tunggal 92,42 ppm, ekstrak black garlic 46,61 ppm, dan ekstrak solo black garlic 37,42 ppm. Hasil uji dapat disimpulkan bahwa semua sampel menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dan terdapat perbedaan aktivitas antioksidan diantara keempat sampel. Aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh ekstrak solo black garlic dan yang terendah dimiliki oleh ekstrak bawang putih.

Unduhan

Kata Kunci:

Antioksidan, Bawang Putih, bawang putih tunggal, black garlic, DPPH