Evaluasi Farmakoekonomi Terapi Antihipertensi Pada Pasien Rawat Inap Dengan Hipertensi Di RSUD Bari Palembang Metode Cost-Effectiveness Analysis
DOI:
https://doi.org/10.61685/jibf.v11i2.190Kata Kunci:
hipertensi, farmakoekonomi, cost-effectiveness analysis, ACER, ICER, antihipertensiAbstrak
Hipertensi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Beragam regimen antihipertensi tersedia dengan efektivitas dan biaya variatif, diperlukan evaluasi farmakoekonomi untuk mendukung pemilihan terapi efisien, Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas biaya berbagai regimen antihipertensi pada pasien hipertensi rawat inap di RSUD Bari Palembang menggunakan metode Cost-Effectiveness Analysis.
Penelitian observasional kohort retrospektif menggunakan data rekam medis, biaya pasien hipertensi rawat inap peserta JKN tahun 2024. Sebanyak 31 pasien memenuhi kriteria inklusi dikelompokkan menjadi tiga regimen terapi, yaitu ACEI+CCB (n=16), ARB (n=8), dan Diuretik+ACEI (n=7). Efektivitas terapi dinilai berdasarkan proporsi pasien dengan target penurunan tekanan darah setelah 72 jam terapi. Analisis biaya dari perspektif payer menggunakan biaya medik langsung. Efisiensi biaya dievaluasi menggunakan Average Cost-Effectiveness Ratio dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio.
Regimen ACEI+CCB menunjukkan efektivitas terapi tertinggi (51%),rerata biaya medik langsung Rp7.207.302 ,nilai ACER terendah (Rp141.319,65 per 1% efektivitas), diikuti ARB (Rp141.577,63) dan Diuretik+ACEI (Rp156.074,56). Analisis ICER menunjukkan penggunaan ACEI+CCB dibandingkan ARB memerlukan tambahan biaya sebesar Rp138.946,20 untuk setiap peningkatan efektivitas sebesar 1%, Diuretik+ACEI terhadap ARB menunjukkan trade-off biaya dan efektivitas lebih rendah.
ACEI+CCB menunjukkan efisiensi biaya terbaik. Hasil ini merupakan bukti pendukung pengambilan keputusan terapi antihipertensi yang mempertimbangkan keseimbangan antara efektivitas klinis dan biaya pada pasien hipertensi rawat inap.









