AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL DAUN AKASIA MANGIUM (Acacia mangium Willd.) TERHADAP SEL KANKER SERVIKS HeLa SECARA IN VITRO
DOI:
https://doi.org/10.61685/jibf.v11i2.189Kata Kunci:
Acacia mangium Willd., MTT assay, sitotoksisitas, IC₅₀, antikanker, HeLaAbstrak
Tingginya angka kematian yang ditimbulkan menjadikan kanker serviks sebagai salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan di berbagai belahan dunia. Eksplorasi bahan alam untuk pengembangan antikanker menjadi strategi yang potensial untuk menemukan senyawa yang lebih efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas sitotoksik ekstrak etanol daun akasia mangium (Acacia mangium Willd.) terhadap sel kanker serviks HeLa menggunakan metode MTT assay serta menghitung nilai Inhibitory Concentration 50% (IC₅₀). Daun akasia mangium diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 97%, kemudian ekstrak yang diperoleh diuji pada sel HeLa dengan berbagai konsentrasi, yaitu 7,8125–2000 ppm. Aktivitas sitotoksik ditentukan berdasarkan nilai viabilitas sel yang diperoleh dari pengukuran absorbansi pada panjang gelombang 550 nm dengan menggunakan ELISA reader. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan persentase kematian sel HeLa secara dose-dependent. Analisis regresi linear menghasilkan persamaan y = 34,59x − 33,298 dengan nilai R² sebesar 0,9567 dan nilai IC₅₀ sebesar 255,95 ppm. Berdasarkan nilai tersebut, ekstrak etanol daun akasia mangium menunjukkan aktivitas sitotoksik kategori sedang pada sel HeLa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun akasia mangium berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber kandidat senyawa antikanker berbasis bahan alam.









