AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN KANDUNGAN TOTAL FENOL EKSTRAK N-HEKSAN, ETIL ASETAT, METANOL DAUN BENALU ALPUKAT Dendrophthoe pentandra (L) Miq.
DOI:
https://doi.org/10.61685/jibf.v11i2.187Kata Kunci:
Escherichia coli, Antibakteri, FenolAbstrak
Daun Benalu Alpukat (Dendrophthoe pentandra (L) Miq.) diketahui memiliki kandungan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antibakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan aktivitas antibakteri ekstrak daun benalu alpukat (Dendrophthoe pentandra (L) Miq.) terhadap bakteri Escherichia coli. Metode penelitian yang digunakan adalah maserasi bertingkat diawali dengan pelarut n-heksan, dilanjutkan dengan etil asetat, dan metanol.sebanyak 200 gram serbuk simplisia, diperoleh rendemen ekstrak n-heksan, etil asetat, dan metanol berturut-turut sebesar 3,86%; 10,9%; dan 29,97%. Kandungan total fenol diuji menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan dianalisa dengan spektrofotometri UV-Vis, aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total fenol ekstrak n-hekasan sebesar 2,368 mg GAE/g, etil asetat sebesar 4,196 mg GAE/g, dan ekstrak metanol sebesar 4,331 mg GAE/g. aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat rata-rata ekstrak n-heksan 14,18 mm, etil asetat 22,19 mm, dan metanol 16,92 mm, menunjukan bahwa ekstrak etil asetat memiliki daya hambat paling tinggi terhadap Escherichia coli.









