Evaluasi Faktor Klinis Dan Kompleksitas Terapi Yang Menentukan Severity Level Serta Kaitannya Dengan Tarif Ina-Cbgs Pada Pasien Hipertensi Rawat Inap

Penulis

  • Tri Mayasari Universitas Bhakti Kencana
  • Hidayatullah Program Magister Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana Bandung
  • Elis Susilawati Departemen Farmakologi dan Farmasi klinis, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana, Bandung

DOI:

https://doi.org/10.61685/jibf.v11i2.185

Kata Kunci:

Farmakoekonomi, Hipertensi Rawat Inap, INA-Cbgs, Kompleksitas Terapi, Severity Level

Abstrak

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama rawat inap dan sering disertai komorbiditas serta komplikasi yang meningkatkan severity level dan kebutuhan layanan kesehatan. Dalam sistem pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tarif INA-CBGs ditentukan berdasarkan severity level, namun keterwakilan faktor klinis dan kompleksitas terapi farmakologis dalam sistem tersebut masih menjadi isu. Literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor klinis dan kompleksitas terapi farmakologis yang memengaruhi penentuan severity level serta kaitannya dengan kesesuaian tarif INA-CBGs pada pasien hipertensi rawat inap. Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative review. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Google Scholar, Garuda, Neliti, dan DOAJ untuk artikel yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diekstraksi dan dianalisis secara kualitatif melalui sintesis tematik. Sebanyak 60 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa faktor klinis, terutama komorbiditas dan komplikasi target organ, merupakan determinan utama severity level pasien hipertensi rawat inap. Kompleksitas terapi farmakologis, yang ditandai dengan polypharmacy, terapi kombinasi, dan intensitas monitoring, berhubungan dengan peningkatan lama rawat inap dan biaya riil perawatan. Namun, kompleksitas terapi belum sepenuhnya terakomodasi dalam penentuan severity level dan tarif INA-CBGs, sehingga pada kasus dengan severity tinggi sering ditemukan ketidaksesuaian antara biaya riil dan tarif yang diterima. Disimpulkan bahwa severity level pasien hipertensi rawat inap dipengaruhi oleh kombinasi faktor klinis dan kompleksitas terapi, sementara sistem tarif INA-CBGs masih lebih berorientasi pada klasifikasi diagnosis. Integrasi pertimbangan kompleksitas terapi dan optimalisasi peran farmasis klinik berpotensi meningkatkan akurasi severity level dan keadilan pembiayaan INA-CBGs

Unduhan

Diterbitkan

27-07-2026

Cara Mengutip

Mayasari, T., Hidayatullah, & Susilawati, E. (2026). Evaluasi Faktor Klinis Dan Kompleksitas Terapi Yang Menentukan Severity Level Serta Kaitannya Dengan Tarif Ina-Cbgs Pada Pasien Hipertensi Rawat Inap. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 11(2), 79–92. https://doi.org/10.61685/jibf.v11i2.185