Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dan Klinis Terhadap Kepatuhan Minum Obat Serta Pengaruhnya Pada Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas “X” Kota Palembang
DOI:
https://doi.org/10.61685/jibf.v11i1.179Kata Kunci:
Tuberkulosis, Kepatuhan, Kualitas hidup, MMAS-8, WHOQOL-BREFAbstrak
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Keberhasilan terapi TB sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan serta faktor-faktor sosiodemografi dan klinis yang memengaruhinya. Kualitas hidup pasien TB juga dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan klinis terhadap kepatuhan minum obat TB, serta mengetahui pengaruh terhadap kualitas hidup pasien TB di Puskesmas X 16 Ulu Kota Palembang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross sectional menggunakan total sampling terhadap 105 pasien TB fase intensif. Data dikumpulkan melalui kuesioner MMAS-8 (untuk kepatuhan) dan WHOQOL-BREF (untuk kualitas hidup), serta dianalisis menggunakan uji chi-square dan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa usia (p = 0,038), pendidikan (p = 0,041), dan penyakit penyerta (p = 0,027) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan terapi TB. Sementara itu, jenis kelamin, pekerjaan, jenis TB, lama menderita, dan jarak ke puskesmas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup secara keseluruhan (p = 0,013), terutama pada domain sosial (p = 0,007). Faktor usia, pendidikan, dan penyakit penyerta berpengaruh terhadap kepatuhan pasien TB. Kepatuhan yang baik juga terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, intervensi yang fokus pada edukasi dan dukungan sosial sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan kesejahteraan pasien TB.










