Analisis Perbandingan Kadar Bahan Baku Levofloksasin Hemihidrat Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Spektrofotometri UV-Vis
DOI:
https://doi.org/10.61685/jibf.v11i2.177Kata Kunci:
Levofloksasin Hemihidrat, KCKT, spektrofotometri UV-Vis, uji F, uji tAbstrak
Penjaminan mutu Bahan Baku Aktif (Active Pharmaceutical Ingredients/API) merupakan parameter penting dalam industri farmasi untuk memastikan efikasi terapeutiknya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara statistik kinerja analitik Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Spektrofotometri UV-Vis untuk penetapan kadar kuantitatif bahan baku levofloksasin hemihidrat. Penetapan kadar dilakukan dalam tujuh replikasi independen (n=7) untuk masing-masing instrumen. Presisi analitik dievaluasi menggunakan simpangan baku (SD) yang dilanjutkan dengan uji-F untuk menganalisis kesetaraan varians, sementara akurasi dinilai dengan membandingkan rata-rata persentase perolehan kembali (recovery) menggunakan uji-t sampel independen. Hasil analisis memberikan rata-rata % Recovery sebesar 99,57 % (SD = 0,2776 %) untuk metode KCKT, dan 99,72% (SD = 0,1892 %) untuk metode UV-Vis. Evaluasi statistik pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai F-hitung sebesar 2,15 (nilai kritis = 5,82) dan nilai t-hitung sebesar 1,97 (nilai kritis = 2,18). Hasil ini mengonfirmasi penerimaan H0, yang menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan pada presisi maupun akurasi di antara kedua metode analitik tersebut. Oleh karena itu, spektrofotometri UV-Vis dapat menjadi alternatif yang sangat andal, hemat biaya, dan cepat dibandingkan KCKT untuk pengawasan mutu rutin levofloksasin hemihidrat murni, di mana tidak terdapat gangguan dari eksipien.









