Analisis dan Penetapan Kadar Deksametason pada Jamu Kemasan yang Beredar di Pasaran Menggunakan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC)
DOI:
https://doi.org/10.61685/jibf.v11i2.174Kata Kunci:
Jamu; deksametason; BKO; HPLCAbstrak
Jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang banyak dikonsumsi masyarakat karena dianggap aman dan berbahan alami. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) pada jamu, salah satunya deksametason, yang penggunaannya dilarang dalam sediaan obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar deksametason dalam jamu pegal linu cair yang beredar di masyarakat. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC) dengan kolom C18, fase gerak asam ortofosfat 0,1%–asetonitril (70:30, v/v), laju alir 1,0 mL/menit, dan deteksi UV pada panjang gelombang 240 nm. Sampel jamu dipreparasi menggunakan metanol, disonikasi, dan disaring sebelum diinjeksikan ke sistem HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepuluh sampel yang dianalisis, tiga sampel (F, H, dan J) terdeteksi mengandung deksametason dengan kadar relatif tinggi, sedangkan tujuh sampel lainnya berada di bawah batas deteksi. Temuan ini menunjukkan masih adanya praktik penambahan Bahan Kimia Obat pada sebagian jamu yang beredar, sehingga diperlukan pengawasan dan pengujian laboratorium secara berkelanjutan untuk menjamin keamanan produk jamu dan melindungi masyarakat dari risiko kesehatan.









