PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DAN KLINIS TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN SERTA KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD DR. SOBIRIN MUSI RAWAS

Penulis

  • reza agungsriwijaya stifi bhakti pertiwi palembang
  • nildalely Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi
  • Rini Isromarina Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi
  • vivi miranda Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi

DOI:

https://doi.org/10.61685/jibf.v10i2.158

Kata Kunci:

Diabetes Melitus, MMAS-8, Diabetes Melitus, MMAS-8, WHOQOL-BREF

Abstrak

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang membutuhkan kepatuhan minum obat yang tinggi untuk mengontrol kadar gula darah, mencegah terjadi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan klinis terhadap kepatuhan minum obat serta dampaknya terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Sobirin Musi Rawas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan teknik quota sampling dengan 100 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, kuesioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREFF kemudian di analisa menggunakan uji statistik Chi-Square dan Mann-Whitney. Hasil analisis statistik Mann-Whitney menunjukkan adanya hubungan antara pendidikan (p=0,001) terhadap kepatuhan minum obat. Selain itu, hasil analisis Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Sobirin Musi Rawas (p=0,001). Faktor pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup pasien.

Unduhan

Diterbitkan

12-09-2025

Cara Mengutip

agungsriwijaya, reza, Lely, N., Isromarina, R., & miranda, vivi. (2025). PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DAN KLINIS TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN SERTA KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD DR. SOBIRIN MUSI RAWAS. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 10(2), 77–84. https://doi.org/10.61685/jibf.v10i2.158