Uji Aktivitas Antioksidan pada Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) dan Kangkung Air (Ipomoea aquatic Forsk) dengan Menggunakan Spektrofotometri UV - Visibel

Penulis

  • Dedi
  • Armini Hadriyati
  • Desi Sagita

Kata Kunci:

Antioksidan, beta karoten, radikal bebas, tanaman kangkung

Abstrak

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang berlimpah, salah satu tanaman yang berfungsi sebagai tanaman obat adalah kangkung. Kangkung dibedakan atas dua yaitu kangkung darat dan kangkung air, senyawa pada kangkung yang berfungsi sebagai antioksidan adalah senyawa beta karoten. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah terjadinya proses oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Untuk melihat aktivitas antioksidan pada sampel dilakukan dengan uji menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-pikrilhidrazil) sebagai radikal bebas ditentukan dengan menggunakan metoda spektrofotometri UV-VIS. Dari hasil penelitian ini diperoleh aktivitas antioksidan pada kangkung darat dan kangkung air masing-masing IC50 sebanyak 157,722 dan 257,772 µg/mL dengan menggunakan pembanding Vitamin C yang diperoleh IC50 sebanyak 95,053 µg/mL. Dengan demikian kangkung darat dan kangkung air mempunyai aktivitas antioksidan yang lemah bila dibandingkan dengan vitamin C yang digunakan sebagai pembanding.

Unduhan

Diterbitkan

08-06-2021

Cara Mengutip

Dedi, Hadriyati, A., & Sagita, D. (2021). Uji Aktivitas Antioksidan pada Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) dan Kangkung Air (Ipomoea aquatic Forsk) dengan Menggunakan Spektrofotometri UV - Visibel. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 2(1). Diambil dari https://ejournal.stifibp.ac.id/index.php/jibf/article/view/11